Pengertian Tentang Fly Ash atau Abu Terbang dalam Konstruksi Beton

By | 15 August 2012

fly ash atau abu terbang

Pada pekerjaan struktur beton bertulang yang biasa dilakukan, terdapat 3 komponen utama yaitu pengecoran beton, pembesian dan bekisting. Jika pengecoran beton menggunakan beton ready mix ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu; sesuai persyaratan spesifikasi teknis atau tidak, mutu beton, slump beton dan komposisi menggunakan Fly Ash atau tidak. Di sini kami akan membahas Fly Ash dan Non Fly Ash (FA dan NFA) atau dikenal abu terbang.

Apa yang dimaksud dengan Fly Ash (FA)?

Fly Ash (FA) adalah material limbah hasil pembakaran batu bara yang berbentuk bulat terdiri dari partikel-partikel halus. Abu yang tidak naik dinamakan bottom ash. Dalam dunia industri, fly ash biasanya mengacu pada abu yang dihasilkan selama pembakaran batubara.

Fly Ash sebenarnya merupakan bahan limbah dengan kategori Bahan Beracun Berbahaya (B3) yang mengandung senyawa silika dan alumina. Secara independen sangat sedikit atau tidak mempunyai kemampuan mengikat (non-cementitious).

Dalam bentuk yang sangat halus dapat bereaksi dengan kalsium hidroksida (pada kelembaban yang cukup & dalam suhu kamar) untuk membentuk suatu bahan yang mempunyai sifat mengikat (cementitious)

Di masa lalu, fly ash atau abu terbang pada umumnya dilepaskan ke atmosfer, tetapi sekarang disyaratkan harus ditangkap sebelum dirilis. Di AS, fly ash umumnya disimpan di pembangkit listrik batubara atau ditempatkan di tempat pembuangan sampah. Sekitar 43% didaur ulang, sering digunakan untuk melengkapi semen dalam produksi beton.

Beton ready mix yang menggunakan Fly Ash ditulis dengan kode FA (Fly Ash). Sedangkan ready mix yang tidak menggunakan Fly Ash ditulis dengan kode NFA (Non Fly Ash).

Pada umumya standar Batching Plant di Indonesia, pemakaian Fly Ash untuk Beton Cor / Ready Mix Concrete rata-rata adalah 15%.

Terkadang konsultan perencana struktur beton ada yang memperbolehkan penggunaan beton readymix yang mengandung Fly Ash (FA). Tetapi ada juga yang mensyaratkan penggunaan beton ready mix harus Non Fly Ash (NFA).

Apa keuntungan dan kerugiannya beton ready mix menggunakan Fly Ash (FA)?

Dalam hal ini, konstruksi beton ready mix menggunakan FA dan NFA sudah pasti ada keuntungan dan kerugiannya. Adapun keuntungan beton cor ready mix menggunakan Fly Ash adalah;

  • Memanfaatkan limbah menjadi material yang berguna.
  • Bentuk partikel yang bulat menambah kekuatan dari beton tersebut.
  • Partikel Fly Ash yang sangat halus mampu mengisi celah dalam adukan beton, sehingga beton menjadi lebih padat dan kedap air.
  • Dalam kadar tertentu dapat meningkatkan kekuatan beton.
  • Membuat harga beton menjadi lebih murah karena menggunakan fly ash yang lebih murah dari semen dan mengurangi penggunaan semen.
  • Membuat waktu setting beton bertambah sehingga memberikan waktu lebih banyak untuk proses pengecoran beton.
  • Dalam kadar tertentu membantu meningkatkan ketahanan terhadap sulfat dan garam alkali, mengurangi reaktifitas silika-alkali, mengurangi potensi bleeding dan segregasi.

Sedangkan kekurangan penggunaan Fly Ash adalah;

  • Merupakan bahan limbah yang cukup sulit untuk kontrol terhadap kualitasnya dan mengandung bahan yang berbahaya.
  • Dalam kadar melebihi jumlah tertentu dapat menurunkan mutu atau kuat tekan beton.
  • Tidak cocok digunakan pada struktur beton yang membutuhkan kekuatan awal yang tinggi.
  • Belum tentu cocok untuk digunakan pada permukaan beton yang di finish seperti floor hardener, epoxy, waterproofing. Karena dikhawatirkan bereaksi dengan Fly Ash (harus dipastikan dulu apakah produk finishing nya bereaksi dengan Fly Ash atau tidak).

Demikianlah ulasan kami tentang beton ready mix menggunakan Fly Ash dan Non Fly Ash atau abu terbang, semoga bermanfaat.