Pembangunan Jalan Rabat Beton Untuk di Pedesaan

By | November 1, 2022
5/5 - (49 votes)
jalan rabat beton desa

Gambar: delinews24.net

Program pembangunan yang ada di desa baik berupa pembangunan jasmani maupun non jasmani bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Salah satu pembangunan jasmani yang betul-betul penting ialah jalan rabat beton.

Pembangunan infrastruktur jalan rabat beton menjadi pendorong aktivitas masyarakat di desa secara khusus di bidang pertanian dan penunjang usaha lainnya. Masyarakat akan dengan gampang melakukan aktivitas seperti mengirim bibit tanaman ke sawah, membawa hasil panen, menjual hasil panen ke pasar, dan lain sebagainya.

Seperti di Kabupaten Bogor dengan mayoritas penduduk di pedesaan bertani, bercocok tanam. Dibutuhkan akses dari kebun, sawah untuk mengangkat pupuk, bibit sampai hasil tani ke jalan raya. Dengan adanya program SAMISADE masyarakat merasa terbantu.

Tujuan Pembangunan Jalan Rabat Beton

  • Mensupport perekonomian masyarakat desa. Sebab masyarakat desa ini mayoritas mata pencahariannya sebagai petani, jadi betul-betul diperlukan sekali pembangunan jalan rabat beton.
  • Mempermudah masyarakat untuk menjual hasil sawah dan kebun mereka karena transportasi yang lebih gampang untuk membawa hasil kebun dan hasil sawahnya.

Tahapan Proses Pembangunan Rabat Beton Jalan Desa

Saat garis besar cara perkerasan jalan ada dua macam, ialah:

  • Perkerasan flexible, bahan yang dipakai ialah aspal; dan
  • Perkerasan kaku (rigid pavement), bahan yang dipakai ialah beton.

Adapun jenjang dalam pengerjaan pekerasan jalan memakai rabat beton ialah sebagai berikut :

1. Persiapan Pembetonan

Lokasi pembetonan

Sebelum dikerjakan perkerasan jalan dengan memakai beton, lapisan jalan di bawah perkerasan harus diperiksa dulu dengan memakai uji CBR. Apakah telah memenuhi prasyarat kepadatan.

Perhitungan berapa meter kubik beton perlu dikerjakan supaya dimensi, energi dan stabilitas beton cor memenuhi prasyarat sehingga mampu menahan berat dan tekanan pengguna jalan.

Untuk menghindari dan mencegah retaknya beton, lokasi pembetonan harus terlindung dari imbas cuaca segera sehingga penguapan imbas suhu tinggi tak terjadi.

Tersedianya bahan dasar beton

Bahan dasar untuk pembangunan jalan rabat beton ialah portland cement (semen), air, agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), dan bahan additive lainnya.

2. Pencampuran Beton

Takaran dalam pembuatan campuran bahan dasar beton harus memakai ukuran yang telah dikalibrasi, ialah untuk semen dan air: 1, agregat: 2, dan bahan aditive: 3.

Untuk menjadikan infrastruktur rabat beton yang berkualitas dan berkualitas tinggi, karenanya pencampuran adonannya harus dikerjakan dengan alat pencampur mekanis sehingga akan didapat mortal yang bersifat homogen.

Macam dikerjakan modifikasi campuran di lapangan contohnya penambahan air, karenanya harus selalu disertai dengan penambahan semen ialah harus berimbang dengan unsur air semen yang telah ditentukan.

3. Pengangkutan, Penempatan dan Pengecoran Campuran Beton

Adonan campuran beton diangkut dari mixer/batch plant dan ditempatkan di lokasi pembetonan. Sistem-macam alat pengangkut beton yang bisa dipakai seperti gerobak dorong, ember, talang, pompa (concrete pump), conveyor belt, bucket dan tower crane, dumper dan truck mixer.

Kontraktor harus memperhatikan hal-hal yang harus dihindari dalam pengerjaan pengangkutan ialah:

  • Terjadinya segregasi
  • Kehilangan pasta dan air
  • Pengurangan tingkat kemudahan pengerjaan.

Adonan campuran beton harusnya ditempatkan dekat dengan lokasi jalan yang akan dicor. Tujuannya untuk mencegah sambungan beton dingin, karenanya pengerjaan pengecoran harus dikerjakan secara berjenjang dan saling tumpang tindih.

4. Kompaksi (Kepadatan) Campuran Beton

Kepadatan beton betul-betul diberi pengaruh oleh konsistensi adonan beton dan juga cara pemadatan yang dikerjakan. Oleh karenanya pihak kontraktor harus benar-benar memperhatikan penguasaan kwalitas adonan campuran beton melalui pengukuran kekentalannya yang dikerjakan secara teliti dan terukur.

Pekerjaan yang bisa dipakai ialah slump test, dimana campuran beton sebisa mungkin menjadikan rongga udara seminimal mungkin. Sementara itu, alat yang bisa dipakai ialah penggetar mekanis (vibrator).

5. Perawatan dan Gunakan Akhir Rabat Beton

Tujuan utama perawatan rabat beton ialah mencegah penguapan air secara tiba-tiba pada permukaan beton, mencegah perubahan suhu secara mendadak dan mencegah retak plastis setelah pembetonan.

Berikut ini ialah tata cara perawatan rabat beton:

  • Jikalau bahan pelindungi beton, bisa berupa karung atau terpal yang lembab diletakkan di atas permukaan beton secara tak segera.
  • Lakukan penyiraman halus (fog spraying) dengan air selama sebagian jam setelah finishing.
  • Jika diperlukan, tambahkan cat membran yang mampu menahan air dalam beton. Cat membran ini diberikan segera setelah lapisan air hilang dan sebelum permukaan beton terlalu kering sehingga menyerap.
  • Tiga hari pertama setelah pengecoran beton selesai, tak boleh ada getaran atau tumbukan di sekitar jalan rabat beton.